SEPULUH NOPEMBER

Bambu runcing tertancap didalam benak
Kini tercatat oleh tinta abadi sejarah
Para Kesatria bersarung berteriak kencang
Sepuluh Nopember
Sepuluh Nopember
Sepuluh Nopember

Para kiyai para santri para NU
Berkumpul satu padu dengan masyarakat
Memegang teguh keutuhan akan bangsa
Mengorbankan harta, darah, dan nyawa
Tercatat oleh tinta abadi sejarah
Sepuluh Nopember
Sepuluh Nopember
Sepuluh Nopember

Berkumpul dan berduduk melingkar
Bersama memikirkan akan nasib bangsa
Melahirkan buah pikir sepuluh nopember
Sepuluh Nopember
Sepuluh Nopember
Sepuluh Nopember
Citamu terukir abadi dalam tugu emas
Sepuluh Nopember

Untuk para pendiri
Kami mengabdi
Kami berta’dhim
Kami berterimakasih

Iklan

GURU SEJATI

Dari rerumputan yang setiap hari daunnya di hembus angin
Akarnya menghujam bumi dengan kuat
Aliran pasokan nutrisi terus mengalir
Di sela-sela kesibukan manusia di sekitar.

Rayap-Rayap membuat rumahnya
Dari ilham yang diberi oleh Tuhannya

Katak yang tak pernah takut akan penyakit busung lapar
Semut yang selalu bergotong royong menyongsong kebersamaan
Tikus got yang setiap malam berkluyuran bermawas diri mencari makan
Nyamuk dengan kegagahannya mencari setetes darah diantara kematian yang mengiringinya

Sinar mentari menyongsong terbit dari timur dan tenggelam dari barat.
Malam hari yang dingin menemani manusia tuk istirahat
Siang hari yang mengeluarkan aura panas terik membakar semangat
Awan terus berjalan mengikuti arah angin.

Dari situlah manusia belajar dan berguru.
Penghormatan tinggi pantas dihadiahkan untuk alam
Sebagai guru sejati yang mendidik manusia
Yah aku haturkan selamat hari guru untuk alam yang mendidik manusia.

PEMBUATAN SCHEDULING PELABUHAN

Kuliah Analisa Sistem Jaringan Transportasi Laut.

Untuk Membuat Sceduling pelabuhan kita perlu mengetahui beberapa komponen yang mempngaruhi sistem pembagian jadwal pemberangkatan Kapal (scheduling). dimana dalam kuliah ini yang diterangkan oleh bapak Syarif bahwasanya komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pelabuhan/ Dermaga, Sebagai titik yang menjadi acuan pemberangkatan awal, titik yang lainnya yang perlu dilewati atau sebagai sandar sementara maupun titik tujuan akhir. kalau dalam kuliah ini bapak Syarif menyimbolkan P untuk Pelabuhan
  2. Kapal, Berperan menjadi alat transportasi penghubung pelabuhan satu ke pelabuhan yang lainnya, di simbolkan K untuk Kapal
  3. Tipe penumpang, adalah perbedaan muatan yang berada didalam kapal, muatan yang berbeda juga membedakan harga cost setiap tipe penumpang, contoh tipe penumpang adalah orang, kendaraan roda dua, kendaraan roda 4 (pribadi), kendaraan roda 4 (umum), truck, dan bus. Tipe penumpang disimbolkan dengan huruf C
  4. Waktu, Komponen waktu disini sangat dibutuhkan untuk diketahui, sebagai dasar pembuatan Scheduling, contoh yang biasa kita temui dalam pelabuhan adalah waktu loading, unloading, dan Waiting Time. Disimbolkan dengan huruf T
  5. Tarif, Tarif didasarkan dari perbedaan tipe muatan, jarak tempuh, dan berat muatan, Tarif disini disimbolkan dengan huruf Tc.

Lima komponen tersebutlah yang sore tadi diterangkan oleh bapak Syarif sebagai dosen kami, selain diterangkan tentang komponen komponen tersebut kami juga di beri tugas untuk membuat schaduling Pelayaran dengan point a) jika menambahkan 1 dermaga lagi, point b) jika menmbah 4 kapal lagi dan 4 dermaga, dan terakhir point c) menghitung profit dari point a dan point b, yang sebelumnya kami diberi study case untuk dikerjakan didalam kelas.

NAPAK TILAS DAN ZIAROH KE MAKAM DR. ANGKA NITISASTRO

wpid-img_20141123_101504

Masih dalam suasana Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ke 54 yang juga  bertepatan masih dalam bulan Nopember, sebagian kecil Mahasiswa dan beberapa dosen ITS hari ini melakukan Napak Tilas dan Ziaroh ke Makam Dr. Angka Nitisastro sebagai salah satu pendiri Kampus ITS Surabaya. Nama beliau sudah tidak asing lagi bagi seluruh Mahasiswa dan Dosen yang berada di ITS Surabaya, Monumen beliau yang diabadikan dalam bentuk replika patung, terpampang di dalam gedung BAAK ITS dimana setiap hari banyak mahasiswa, dosen, dan seluruh jajaran birokrasi berjalan lalu-lalang di situ.

Sudah sekitar 10 Tahun yang lalu kegiatan Napak Tilas ke makam Dr. Angka tidak di lakukan lagi, dan kini berangkat dari kesadaran sebagian kecil Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Ekstra Kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sepuluh Nopember, Napak Tilas ke makam para pendiri ITS Surabaya mulai di budidayakan. Ya PMII Sepuluh Nopember hari ini tampil menjadi motor penggerak utama roda yang sebelumnya macet tak berjalan sekitar sejak 10 tahun yang lalu.

Sebelumnya yaitu bertepatan pada hari sabtu kemarin, kami mengadakan Ziaroh ke makam Mbah K.H. Yahya Hasyim dan Mbah K.H. Ridwan Abdullah yang dimakamkan di Makam Tembok di jln. Semarang, Surabaya.

Sahabati Ana dan saya sebelumnya datang dan bertamu ke ndalem keluarga dr. Angka Nitisastro dimana disitu kami bertemu dengan adik suami dari Ibu Wit, dimana Ibu Wit sendiri merupakan adik kandung dari Dr. Angka Nitisastro. Ibu Wit Tahu banyak tentang sejarah hidup dr. Angka, yang mana sebenarnya dr. Angka merupakan dokter khususnya K.H. Hasyim Asyari Pendiri Nahdlatul Ulama’ (NU) sampai beliau wafat. Namun Ibu Wit telah meninggal 3 bulan yang lalu menjadikan kami tidak bisa mendengar kesaksian hidup tentang Dr. Angka dan keterkaitannya dengan K.H. Hasyim Asyari.

Wijoyo Nitisastro merupan nama dari ayah Dr. Angka, waktu kecil Dr. Angka tinggal di jombang di dalam kediaman ayahnya. Keluarga Wijoyo Nitisastro sangat disiplin dalam mendidik anak-anaknya, sampai-sampai uang pengeluaran untuk anak-anaknya harus detail di gunakan untuk membeli apa, jika ingin berpergian jauh harus di jelaskan mau naik apa dan nanti habis berapa, untuk bekal pun harus di bawa dari rumah dan tidak boleh beli di jalan.

Kami berbincang-bincang agak lama di rumah kediaman Dr. Angka Nitisastro yang sederhana. Kata bapaknya rumah ini belum di rehat, bentuknya masih sama dengan dulu. Hanya atapnya saja yang di perbarui karena kayu-kayu rusuknya sudah tua dan perlu di ganti dengan yang baru yang mana tidak mempengaruhi bentuk asli. Foto-foto keluarga Dr. Angka terpasang di sudut-sudut dinding dan di atas almari tua.

Obrolan kami selain membicarakan Dr. Angka juga menyinggung soal pendidikan sekarang. Kata bapaknya pendidikan sekarang budi pekerti sudah tidak di tekankan, kepraktisan dalam menggunakan teknologi menjadikan anak-anak didik tidak mau bersusah payah untuk belajar. Ya bisa dilihat di alun-alun jombang sekarang kalau malam minggu ramai dengan anak muda-mudi yang sedang berpacaran, padahal dulu sepi dan tidak ada anak muda yang sedang memadu kasih.

Memang jaman dulu berbada dengan sekarang. Bepaknya juga bercerita bahwasanya terkadang kangen dengan permainan jumpritan yang dimainkannya dulu sampai beliau sekolah 3 SMP, antara teman laki-laki dan perempuannya dulu biasa tak ada perasaan suka sama lawan jenis yang menyebabkan sampai berbuat mesum, terbukti ketika beliau kelas 3 SMP dulu masih sering mandi bersama-sama dengan teman laki-laki maupun perempuannya tanpa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Ya mungkin karena dulu tak ada HP, Laptop yang menayangkan foto dan vidio cabul seperti saat ini, dulu tak ada orang tua mencabuli anaknya tp kini kejadian seperti itu sangat marak terjadi.

Begitulah cerita obrolan kami yang kemudian setelah sekiranya cukup kami, yaitu saya dengan sahabati Ana mohon izin mengundurkan diri pamit untuk menjemput rombongan teman-teman dari Surabaya.

Selain berziarah ke Makan dr. Angka Nitisastro kami juga berziarah ke makam K.H. Hasyim Asyari dan ke makam K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terletak di pondok pesantren Tebu Ireng Jombang. Bagi saya ketiga tokoh ini merupakan Tokoh utama dalam berdirinya Institusi yang saat ini saya berada didalam naungannya. K.H. Abdurrahman Wahid selaku peresmi secara legal PMII Sepuluh Nopember, Dr. Angka Nitisastro selaku Salah satu pendiri ITS Surabaya, dan K.H. Hasyim Asyari selaku pendiri NU.

LELAH MELANDA

Disudut sana, mata berkeriyip
Ah lelah melanda
Di sudut sini, tulang daging terasa
Ah lelah melanda

Di atas roda-roda berputar
Teriknya sinar matahari
Berbolak balik dan balik
Ah lelah melanda

Di setiap tumpukan beban
Pundak menjinjing
Punggung membungkuk
Ah lelah melanda

Kebesaran hati
Kebesaran jiwa
Kebesaran cita-cita
Ah lelah melanda

Tuk hari esok
Yuk kita tidur
Tuk menghilangkan rasa
Ah lelah melanda