JANGAN MELUPA

Jika lalat saja mampu mendefinisikan dirinya, dihadapan Tuhan yang Maha Esa
Bagaimana dengan kita!, masih saja sibuk dengan urusan tak terdefinisikan
Hingga kita lupa pada sesuatu yang penting

Tuhan
Sebagai pujangga yang sedang dirundung cinta
Bagaimana aku mampu bangkit
Dari patahan yang kini sedang berkecamuk didalam jiwa

Oleh sebab kekurangan yang Engkau berikan
Atau ketidak cocokan pada suatu rasa yang Engkau anugrahkan
Kepada kami pujangga yang sedang dirundung cinta

Lamunan begitu dalam
Hanya sekedar rekaan dan hayalan
Kecemasan dan keraguan
Pada tindakan yang sekiranya menyalahi jernihnya nurani

Bolak baliknya hati
Siapa yang tahu Tuhan!
Hanya Engkau semata sebagai sang Kuasa
Yang mengetahui bolak baliknya hati
Pada hati setiap insan yang dirundung cinta

Karena-Mu
Aku Tahu rasanya jatuh cinta
Karena cinta
Aku lupa pada kuasa-Mu yang begitu agung dan mulia

Aku tahu sesaknya dada
Membuat dunia nampak tak jernih
Hidup menjadi tak hidup

Sekiranya
Hanya harapan yang bisa aku pinta
serta doa pada-Mu sang ilahi robbi
Supaya prahara yang berkecambuk didalam hati
bisa menjadi guru yang terbaik yang mengajari
Tuk menuntun ke arah jalan yang benar
Jalan yang Engkau ridhoi

Iklan

KATA 94

Jadilah seperti daun. Daun tidak pernah meminta balasan kepada bunga dan buah yang telah mensuplai energi kehidupan kepada mereka. Daun tidak pernah meminta dianggap dan diapresiasi batang dan ranting yang telah memberikan kekuatan pada mereka. Ketika membusuk dan tidak berguna lagi bagi bunga, buah, batang, dan ranting daun pun rela jatuh dan diinjak oleh manusia dan binatang tenggelam dalam tanah.

Keikhlasan yang begitu dalam tanpa ada rasa pamrih membuat pohon menjadi kokoh dan buah menjadi manis. Hanya satu pintanya, yaitu kembali kedalam tanah untuk berjumpa dengan sang akar tempat ia semula berasal.

HUJAN

Hujan kini tak seindah yang kudengar
Tetesnya tak lagi mengingatkan pada rindu
Yang sering diucapkan oleh kawan-kawan lama

Seakan-akan baru kemarin
Kita berjumpa dengan senyum dan tawa
Menari bersama direrumputan sawah
Menyambutmu wahai hujan yang dinanti

Kehadiranmu sangat dinanti-nanti
Oleh doa dan harapan pak tani
Tuk membasahi tanah gersang oleh terpaan panas
Yang amat lama menerpa mereka

Dinginmu
Ah aku masih ingat
Di gubuk kecil yang pernah aku tinggal
Bersama orang-orang yang menemani dengan kasih sayang

Tapi mengapa kini engkau menunjukan keganasanmu
Seakan-akan ada yang salah pada kami
Insan-insan kecil yang penuh dosa

Mengapa hujan turun diwaktu yang seharusnya engkau tak datang
Atau malah sesekali engkau datang dengan terpaan kemarahanmu
Menghujam kami dengan airmu yang begitu melimpah
Kadang, gunung pun takut dan meleleh menimpa kami
Serta tanah yang engkau tutupi dengan banyaknya jisimmu

Bagi kami
Engkau dulu tampil lebih menewan
Dan kini berubah, seakan-akan murkamu selalu tampak pada rupamu

Kami harus berinstropeksi
Pada diri yang kini sudah terlalu lalim

KENAPA HARUS KAMMI?

KAMMI?

saya sungguh tidak bisa membayangkan apabila seluruh mahasiswa di negeri ini menjadi anggota atau malah kader KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang cendrung dekat dengan partai PKS. kira-kira nanti bentuk masyarakatnya akan jadi seperti apa ya?, bayangan saya nanti yang pertama akan bakalan banyak distorsi bahasa semacam saya akan menjadi ana, kamu akan menjadi ente, laki-laki akan dipanggil ikhwan, wanita akan dipanggil akhwat. dan kalau semisal ada mahasiswa yang dulunya berasal dari desa yang masyarakatnya setelah sholat wiridan bersama dengan nada keras ia akan menjadi jamaah yang diam. dulunya suka diba’an maka nantinya agak sedikit risih atau bahkan sangat terganggu, jangankan ikut, lewat saja mungkin dalam benaknya sudah bilang “itu tradisi yang mengandung bidah”. awalnya jika sholat subuh pakai qunut menjadi dihilangkan, alih-alih itu tidak di contohkan oleh Rosulullah. kemudian jika diundang untuk tahlilan atau yasinan tidak datang dengan berbagai alasan. melihat orang ziaroh kubur dikiranya musyrik.

dalam posisi berbusana pun juga akan berubah, bagi wanita dari awalnya berhijab biasa-biasa menjadi sangat panjang. bahkan kalau perlu memakai cadar. sebenarnya itu tidak menjadi masalah karena berbusana itu hak setiap orang, mau pakai apa saja terserah dari si pemakai. namun jikalau berhijab panjang seperti itu menjadi suatu kawajiban bukankah itu nantinya akan menjadi aneh. apalagi demi menegakkan kewajiban tersebut membawa nama surga atau hijabneraka. Memang surga dan neraka kita yang menentukan?. Tentunya tidak bukan. disebut berhijab yang baik apabila modelnya panjang-panjang itu juga tidak benar. jika itu menjadi parameternya maka siap-siap saja akan ada istilah hijab yang tidak baik. mungkin semisal hijabnya ibu-ibu di desa yang cenderung tidak panjang. bagaimana bisa mengelola sawah dengan baik coba jika hijab mereka panjang seperti itu. bukannya itu malah mengganggu, kemudian, apakah dengan tidak berhijab lantas mereka nanti akan masuk neraka. dan bagi yang berhijab panjang akan masuk surga. bagaimana apabila yang berhijab panjang tersebut dalam hatinya mempunyai rasa sombong diri karena sudah merasa benar sendiri, dan yang lainnya salah. Apakah itu namanya bukan dosa?. dengan demikian bukan berarti saya anti dengan hijab panjang. saya suka melihat wanita berhijab panjang. tetapi dalam porsi tertentu.

kemudian bagi yang laki-laki modelnya akan banyak memakai celana cingkrang, jenggot panjang, dan kepala hitam. jika ini menjadi landasan cara berislam yang baik, saya kok cendrung tidak setuju. berislam yang baik adalah orang-orang yang memiliki sifat mulia, seperti sifat-sifatnya baginda Rosul, sifat pemurah, jujur, amanah, tidak membenci, selalu mendoakan yang baik kepada sesama dan sebagainya. seharusnya hal tersebutlah yang harus di tonjolkan daripada celana cingkrang, jenggot panjang dan kepala hitam. gerakan radikalisme dan sifat-sifat membenci kepada para ulama’ yang jelas mempunyai kapasitas ilmu lebih tinggi daripada mereka, malah mereka gencarkan.

KAMMI jelas-jelas secara AD-ART dan kultur berbeda dengan NU (Nahdlatul Ulama’), ormek ini sudah sangat jelas berseberangan dengan tradisi dan budaya NU dan keaswajaan. Anggotanya akan digiring kepada akidah dan syariat yang menjauhi NU. Sejarah sudah membuktikan dengan jelas bahwa mereka menolak bahkan melawan orang-orang Nahdliyin pada tataran Kampus baik secara halus atau secara keras. dikmpus saya dulu orang-orang yang ingin mengadakan dibaan di masjid di usir secara keras, kami dituduh bidah. kemudian ngaji kitab kuning yang dulu pertama kali di adakan oleh salah satu dosen banyak sekali halangan yang merintang, seakan-akan penghuni masjid sangat tidak nyaman mendengar suara-suara pembacaan sarah kitab kuning.

Islam mereka adalah islam yang berbeda dengan islam di nusantara. mungkin memang sengaja di bedakan agar memperoleh simpatisan. agar mereka dapat membedakan siapa mereka dan siapa kita. gerakan mereka sama persis dengan pendahulu-pendahulunya yaitu mereka yang sangat membenci Islam sunni, islam yag berbeda dengan mereka. maka bisa kita tebak dengan jelas bahwa apa yang dibawa oleh mereka pastilah selalu berseberangan dengan apa yang diajarkan NU. Cacian kepada para ulama’ dan tokoh NU tidak akan berhenti sampai mereka benar-benar menghancurkan ajaran yang dibawa oleh NU sampai ke akar-akarnya.

Sudah seharusnya orang-orang dari NU sadar sejak dini tentang pergerakan mereka yang ujungnya adalah memilih islam yang dibawa oleh wahabi yang tidak mengenal kata toleransi, dengan berbagai kamuflase yang digunakan untuk menggait anak muda NU bergabung dalam kelompoknya. seorang yang sudah masuk dalam ormek ini sudah bisa dipastikan akan menjauhkan diri dari NU, ajaran para Kiai dari pesantren yang belum diserap secara mendalam, menjadikan mereka gampang diiming imingi oleh islam yang diajarkan mereka. katanya “Sudah saatnya kita kembali pada Al-Quran dan Al-Hadist”, namun sebenarnya kata itu hanya sebagai propaganda belaka supaya banyak orang yang tertarik. mereka mempelajari Al-Quran dan Al-Hadist seenaknya sendiri, tanpa ada ilmu penafsiran, ushulul fiqih dan sebab-sebab turunnya ayat. mereka lebih banyak mengambil ayat dan hadist untuk kepentingannya saja. boleh dibilang islamnya tidak bisa menyeluruh.

PERGERAKAKAN

Penguasaan terhadap setiap lini kampus merupakan salah satu gerak mereka. Tujuannya sudah jelas untuk mencari simpatisan agar banyak anggota yang terekrut dan masuk kedalam KAMMI. maka dari itu pembentukan figur disini sangatlah penting. maka jangan heran disetiap Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia rata-rata yang menjadi PresBem adalah orang-orang dari mereka. minimal adalah figur yang dekat dengan mereka.

KAMMI adalah wadah organisasi yang lebih dekat dengan PKS. dan beberapa alumninya menguasai dibeberapa lini yang strategis. Dosen, Pembina, Kariyawan, Pemilik Perusahaan, Politikus, Guru, dan banyak lagi profesi lainnya. Adapun yang saya tahu Pergerakan mereka sudah dimulai sejak dini untuk mempengaruhi putra-putri Indonesia, yaitu sudah sejak dari bangku SMA. jika anda pernah mendengar ROHIS. ya disitulah mereka memulai menanamkan idiologinya. Hingga ketika mereka masuk ke Perguruan Tinggi akan dengan mudah masuk KAMMI atau minimal akan menjadi simpatisan yang baik. sasarannya sudah jelas yaitu anak-anak yang jauh dari pesantren dan para Kiai.

jika idiologinya tak mampu menjadi warna yang tidak bisa diperjuangkan secara legal, maka dengan cara seperti yang tertunjuk diatas mereka mencari simpatisan kepada mahasiswa-mahasiswa baru yang tidak mengetahui dunia pergerakan dikampus. dan secara otomatis siapa yang tidak tersilaukan oleh prodak-prodak seperti prestasi, pelatihan, beasiswa yang ditawarkan oleh mereka. bahkan teman-teman saya yang orang tuanya sudah jelas-jelas NU bisa terbius oleh hal-hal semacam ini. bahayanya adalah ketika mereka jumlahnya semakin banyak, maka siap-siaplah negeri ini akan berganti rupa. islam yang dibawa tidak akan menjadi islam yang rahmatallil alamin, islam yang dibawa akan menjadi islam seperti di tanah Arab sekarang, yaitu penuh kebencian, islam radikalis.

model pergerakan lainnya adalah dengan cara penguasaan masjid kampus. jika masjid bisa dikuasai oleh mereka maka program-program kerjanya akan dipenuhi dengan bau idiologi mereka. pembicaranya sudah bisa ditebak, yaitu orang-orang yang sejalan dengan Wahabi. bahkan pernah juga mengundang teroris untuk mengisi acara kajian. bagaimana ini tidak menjadi bahaya, jika para intelektual muda sudah dimasuki oleh paham-paham kebencian yang dibawa oleh teroris. jika ini dibiarkan secara terus menerus maka bersiap-siaplah negeri ini akan banya melahirkan para teroris. dan bersiap-siaplah anda akan banyak melihat dan mendengar banyak teror.

Tulisan ini dibuat harapannya bagi orang-orang NU, para pelajar dan Mahasiswa, bagi orang tuanya yang masih melakuakan sholat subuh dengan doa qunut, tahlilan, dibaan, yasinan, berdzikir secara keras, tidak masuk kedalam lubang yang salah. sekali masuk lubang itu maka akan sangat sulit untuk bisa keluar memandang dunia secara jernih. sekali anda masuk maka bersiap-siaplah tidak akan menerima semua masukan nasehat, argumentasi, dalil, yang dikeluarkan oleh para Kiai NU. maka belajarlah agama lebih dalam lagi, yang pastinya dijalan yang sesui dengan lingkungan berasal. perdalam lagi keaswajaan dan dekat kan diri pada para Kiai Nahdlatul Ulama’.