RUH

Yang nyata adalah lembut
Yang berpindah hanyalah lembut
Pada cangkang yang di tinggal oleh lembut
Terurai jua menjadi lembut

Wahai dikau yang tak percaya
Pada keajaiban doa yang lembut
Dari desiran hati yang berdenyut
Menggoyangkan irama sang lembut

Lihatlah keangkasa luas
Yang menganga tanpa batas
Lihatlah kedalam diri materi
Yang menyempit tanpa tepi

Hanya lembut yang terlihat
Dari ruang tempat bertambat

Iklan

PERJUMPAAN

Berbondong-bondong anak Adam dan hawa
Berkumpul guna berbicara dan berjumpa
Di himpit hiruk pikuk asap kota
Dan kesederhanaan tata desa
Mereka berpadu dan bertatap muka

Melepas resah yang begitu terasa
Berbagi bahagia pada sesama

Menempuh jarak yang lama
Bertaruh harta dan nyawa
Demi perjumpaan pada keluarga
Yang menanti di rumah tempat bermula

Kawan
Begitulah perjumpaan
Di negeri kami yang penuh dermawan

CINTA PERTAMA

Wahai Cinta
Bukan kata yang dikelola
Ungkapkan rasa
Tetapi rasa yang mengelola
Ungkap kata

Wahai Cinta
Diharibaanmu yang sudah tua
Aku bersimpuh sujud berduka
Atas tindak langkah putra
Yang tidak membangga

Wahai Cinta
Aku melepas baju manusia
Bersujud dibawah kakimu yang mulia
Berpeluk cinta yang pertama
Saat aku menginjak di bumi Manusia

Wahai Cinta
Gerbang kemuliaan hanya engkau yang punya
Doamu bak mutiara
Yang menghiasi setiap langkah putra
Menempuh hidup yang serba tak terduga

Wahai Cinta
Sungguh aku rindu padamu

SIAPA KAU

Wahai Amarah
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya mengendalikan diriku tanpa arah tujuan

Wahai Keinginan
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya menuntun arah hidupku sesukamu

Wahai Kesombongan
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya membanggakan dariku atas segala sesuatu

Wahai Ketakutan
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya membuat aku tak berdaya berbuat

Wahai Keberanian
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya kau memupuk diriku untuk maju melangkah

Wahai kebahagiaan
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya kau menjeratku untuk mengikuti ku

Wahai kesengsaraan
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya kau mengarahkan ku untuk menjauhimu

Wahai ego
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya kau mengendalikan diriku untuk mengikutimu

Wahai aku
Siapa kau sebenarnya, yang berani-beraninya kau menjadi rumah tempat bersemayam sifat-sifat yang mengendalikanku

BIRAHI SESAAT

Sesaat sesaat birahi muncul
Sesaat sesaat birahi menghilang
Sesaat yang lama
Sesaat yang pendek
Sesaat yang semu

Hadirmu seolah olah petaka
Bagi para pejalan kaki yang lupa pada tujuan
Tetapi bagi Tuhan
Apa yang petaka
Petaka adalah anugrah
Bagi segala mahluk yang mendapat hikmah