SEMOGA TERLAHIR KEMBALI

wpid-img-20150904-wa0001

Tubuhnya kecil tapi keberanian melebihi orang-orang yang mempunyai tubuh besar maupun kekanuragaan ilmu silat yang tinggi. Dengan sepeda buntut ia mengelilingi tanah jawa, melihat dan belajar dari sana. Keberaniannya itu manjadikan para wanita setiap malam menyebut namanya. Padahal sekiranya kita tahu bahwa wanita itu lebih suka membicarakan laki-laki yang berbadan kekar.

Ia adalah titisan dari KH Wahab Chasbullah secara pemikirannya dan KH Wahid Hasyim secara rupa yang suatu saat nanti akan memantik api pergerakan dalam lingkup Internasional. Mengenalkan konsep kerahmatallilalaminnya ke negeri Arab dan negeri lain yang bermasalah

Berawal dari pers dan menejemen isu, menganalisa keedaan, serta terjun langsung ke lapangan. Sifat positifnya terhadap segala keadaan itu menjadi gaya tersendiri. Dan banyak orang terkagum oleh sifat tersebut. Apa yang dilakukannya tidak keluar dari dasar awal yang telah dibuat.

Sejak sma sudah sering menghadiri forum-forum, belajar dari sana hingga hal semacam itu menjadi kebiasaan dan pola pikir tersendiri. Suasana yang baru terus digulirkan.

Menganalisa keadaan dan membuat gebrakan serta persiapan adalah hobinya. Sehingga ia belajar apa yang perlu dipelajari untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi. Bahwa orang butuh pandai berbicara didepan umum sebagai syarat utama meyakinkan masyarakat maka sejak dini ia belajar berpidato di depan umum.

kata katanya mengubah pandangan yang kecil menjadi besar. Kata-katanya sebagai pupuk kebesaran hati bagi para pengikutnya. Lakonnya yang tidak segan-segan dan tegas membuat semua orang yakin bahwa itu akan berhasil

Masihkah kita ingat bahwa siapa yang memenuhi perpustakaan itu menjadi penuh dengan lautan buku. siapa yang dengan lirih tapi pasti berbicara tentang pengabdiannya terhadap masyarakat dipesisir utara pulau jawa. Mengadakan pondok pesantren berbasis Teknologi. Maka tak ayal jika ia belajar tentang segala hal untuk mendapatkan ilmu hikmah.

Siapa yang tidak terpesona kepadanya. Saat-saat detik  konfercab itu suaranya lantang mengisi seluruh ruangan. Menentang ketidak adilan oleh para lakon politik tingkat rendah.

Saya tidak akan pernah lupa wejangannya “Kau harus belajar dari setiap indra yang kau punya terhadap peristiwa yang menghadangmu” juga ” Jangan pernah taku jika kau bergerak diranah kebaikan, karena sang pemberi penolong akan selalu menemanimu”

Kami hanya bisa mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Pak Koms PK 2014-2015 yang kini telah menemani dan sukses membimbing kami merubah paradikma yang kolot menjedi lentur selentur kerahmatallilalaminNya.

Dan Selamat Kepada Sahabatku yang cerdas kritis kreatif serta berwawasan luas dari negara cirebon. Kau kini menjadi lentera bagi kami dan menjadi pemantik api pergerakan kami kepergerakan yang baru yang akan mengajari kami satu tahun kedepan

Imam Syafi’i Mustofa
Surabaya, 04 September 2015

Iklan

PANJAT DOA dI AWAL KEPENGURUSAN

Camera 360
Camera 360

Dengan khusuk kami membaca istighosah, surotul yasin dan kalimah tahlil di rumah sahabat (Komisariat PMII Sepuluh Nopember) di pimpin oleh sahabat M. Iqbal Al ghiffary selaku tuan rumah yang baru(Ketua komisariat PMII Sepuluh Nopember masa ibadah 2015-2016).

Sebagai doa yang kami panjatkan kepada Allah untuk beliau KH. Muchit Muzadi yang kemarin pagi telah pulang ke rahmatullah. Sekaligus doa untuk sahabat kami Margono yang baru saja selesai operasi karena kecelakaan pada hari rabu malam kemarin. Kini Margono sedang dirawat di rumah sakit Dr. soetomo surabaya

Membaca kalimah istighosah, surotul yasin dan tahlil juga kami panjatkan sebagai doa awal perkuliahan tahun ini. Rencananya tradisi seperti ini akan dilakukan secara rutin sebagai riyadoh komisariat serta sebagai forum sambung silaturrahim bagi para sahabat-sahabati.

Acara Istighosah yasinan dan tahlil kemarin dimulai pukul delapan malam sampai sembilan malan. Dihadiri oleh lebih dari 20 sahabat-sahabati yang didominasi mahasiswa baru. Dimana mahasiswa lamanya banyak kesibukan tersendiri yang mengakibatkan mereka tidak bisa hadir.

Imam Syafi’i Mustofa
Surabaya, 07 September 2015

ROADSHOW ENTERPRENEUR MINDSET

Camera 360
Camera 360

Surabaya adalah kota pahlawan. Disini dilahirkan orang-orang pekerja keras. Dengan kerja keras tersebut Surabaya bisa terbebas dari para penjajah. Kebiasaan kerja keras tersebut diwariskan kepada Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) sampai saat ini.

Startup Sprint hadir di kota Surabaya dengan kampus pertama yang dikunjungi adalah ITS. Dengan tujuan mencari para pejuang yang mau bekerja keras untuk mengikuti kompetisi Startup Sprint ini.

Pak Don alumni Teknik Elektro ITS sebagai pembicara pertama, memotifasi para peserta yang datang pada acara ini. Kemudian diteruskan oleh pak Yohanes yang banyak memberi share perjalanan bisnis. Pak yohanes memulai bisnisnya dari dari uang sendiri.

Ada tiga pesan pak yohanes tentang tecnoprenuer yaitu seorang yanh terjun dalam dunia bisnis harus semangat tiada akhir dan dijaga, kemudian presisten (adakalanya bisnis itu up down), terakhir jangan mudah menyerah.

Ada beberap point yang saya catat diantaranya:

### Teknologi yang sudah ada bisa dikalahkan oleh teknologi yang akan datang.

### Kita harus jeli melihat trend (peluang)

### Seorang enterpreneur tak boleh menyerah.

### Tak ada seorangpun yang tidak terjatuh. Yang terpenting kecepatan untuk bangkit dan kemampuan untuk tidak jatuh kelubang yang samalah yang akan mengantarkan orang ke posisi TOP

### Tidak ada cara yang sama dalam menentukan kesuksesan yang sama.

### Teknologi untuk problem solving bukan untuk teknologi.

### Dalam bisni penting untuk menentukan teknologi yang digunakan dan partner.

### Folower tidak akan menjadi besar

### keyakinan daya juang dan visi misi

Imam Syafi’i Mustofa
Surabaya, 07 September 2015

CULIK

wpid-dua-anggota-kodam-jaya-diperiksa-di-pomdam-terkait-penculikan-sto82fkt0i

Sintia anak kecil yang dikabarkan menghilang akibat kasus penculikan yang ada di daerah Ibu Kota Jakarta, sebagai topic trending berita hari ini, sejak minggu kemarin pemuatan berita ini terus disiarkan di berbagai stasion televisi Indonesia. Sebenarnya saya hanya melihat secara sekilas di waktu luang  yang secara tak sengaja melihat beritanya nongol disalah satu stasiun televisi, dan malam ini pun secara tak sengaja saya melihatnya kembali lagi. Berita kasus penculikan anak ini menjadi topic trending atau tidak secara pastinya saya kurang tahu, tetapi disini saya hanya ingin sekedar mengulas dan membuatnya menjadi sebuah tulisan, itung-itung bisa menjadi media belajar menulis dan berpendapat.

Saya kira untuk belajar menulis yang baik selain membiasakan menulis secara rutin, kita perlu mengikuti berita-berita yang disiarkan di televisi saat ini sebagai penambah wawasan. Entah itu berita yang menjadi topic tranding ataupun bukan. Aneka macam berita yang disiarkan mungkin bisa menjadi perangsang untuk mendapatkan inspirasi yang bisa digunakan sebagai isi bahasan tulisan. Walaupun saya tahu bahwa kebanyakan siaran televisi banyak yang tidak mendidik, namun untuk belajar menulis apa salahnya, di dalamnya kita bisa mendapatkan informasi baru  juga bisa mendapatkan bahan kritikan yang nantinya dapat kita tuangkan kedalam bentuk tulisan.

Selain wawasan yang luas jangan lupa untuk menambah Pembendaharaan kata. Kata adalah bahan utama yang digunakan dalam menulis, bayangkan kalau anda tak mempunyai perbendaharan kata yang banyak, bisa dipastikan gaya tulisan anda akan terlihat tak menarik karena kata-kata yang digunakan hanya  itu-itu saja. Jika kita hanya menggunakan gaya tulisan yang sangat terbatas fariasi kata-katanya pastinya para pembaca akan malas untuk membacanya, boro-boro untuk membaca, melihatnya saja sudah ogah. maka pengkayaan kata itu sangat penting selain berwawasan luas dan kerutinan menulis.

Berkomunikasi dengan baik juga perlu dilatih, bagaiman cara kita bisa menulis dengan bahasa yang komunikatif, yang tulisan kita bisa hidup dimata para pembaca, bahasanya pun menjadi enak untuk dibaca. Banyak membaca dan bergaul itu mungkin bisa menambah wawasan anda untuk berkomunikasi dengan baik.

Sebagai penulis amatir, perbendaharaan kata yang sangat kurang, gaya bahasa yang amat buruk tak komunikatif serta susunan kata yang tak awut, ya itulah saya saat ini. Sebagai pemula kelemahan  seperti itu tak akan menjadi beban untuk terus belajar menulis secara istiqomah, ya kalau sudah sering menulis seperti seringnya membaca, pasti suatu saat akan terbentuk tulisan yang epik dengan gaya bahasa serta susunan kata yang enak untuk dibaca. sekarang yang penting  nulis dulu sebanyak tulisan yang bisa cetak untuk merangsang kerja otak, agar otak terbiasa berpikir imajinatif menemukan hal-hal baru, jelek memang jelek, dan berantakan memang berantakan.

Walaupun terlihat buruk dan berantakan saya tak boleh berhenti menulis, menulis adalah ibadah, menulis adalah pengingat, menulis adalah berkarya.
Seperti kata kaizen yaitu hidup itu setiap harinya harus ada perbaikan, kalau hari ini buruk, besok diusahakan agak buruk dan besoknya lagi menjadi baik. Mungkin seperti itulah makna belajar. hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya. Tulisan hari ini harus lebih baik dari tulisan kemarin dan tulisan besok harus lebih baik dari tulisan besok.

Siswa yang baik adalah siswa yang mau bertanya dan berpendapat ketika seorang guru mengajar dalam kelas, bertanya itu seperti halnya membaca sebuah buku dan berpendapat seperti halnya kita menulis. Untuk menggali informasi didalam buku kita perlu membiasakan diri untuk membaca dan untuk menggali informasi pada manusia kita perlu membiasakan diri untuk bertanya, dan untuk melatih pendirian, kita perlu membiasakan diri untuk berpendapat. membaca, bertanya, dan berpendapat harus kita biasakan disetiap lini kehidupan, disitulah kita akan menggali sebuah informasi baru.

Kembali pada kasus penculikan anak kecil yang menjadi topic trandig berita hari ini, saya hanya ingin berpendapat bahwa anak-anak kecil kita sudah banyak sekali yang diculik. Diculik pikirannya, diculik hatinya diculik tingkah lakunya. Saat ini kita tidak sadar bahwa anak-anak kita telah digerogoti oleh  para pencuri yang tak terlihat oleh mata, yang sedikit demi sedikit kepribadian anak-anak kita dikaburkan. Kita adalah bangsa semut bukan bangsa sapi, semut berkumpul bekerja sama dan bergotong royong, hidup mandiri dan berkoloni, walaupun kecil tapi berani, gajah pun takut terhadap semut. Tetapi oleh pencuri yang tak terlihat mata itu anak-anak kita yang berkepribadian semut diculik diganti dengan anak-anak sapi. Anak-anak sapi hanya bisa tidur dan makan saja. Anak anak sapi hidungnya di tusuk dijadikan tempat mengikat yang digunakan untuk menuntunnya menjadi budak , disuruh menjadi pekerja mebajak sawah, susunya diperas dan jika habis maka sapi itu tinggal menunggu ajalnya untuk dipotong, diambil dagingnya oleh para pencuri yang tak terlihat oleh mata trsebut.

Seperti itulah kira kira gambaran anak-anak kita hari ini, maka jangan kaget apabila ada anak kecil yang bermain sex, anak muda yang baik-baik ternyata bisa menghamili temannya sekelas, pelecehan seksual, pembunuhan serta pemerkosaan anak dibawah umur, penipuan, penjambretan, serta koruptor-koruptor yang merajalela di negeri ini. Anak kita hari ini sedang diculik akalnya, hatinya, serta tingkahlakunya.***

Imam Syafi’I MustofaKediri, 22 Juli 2015