PAK KOS

Bersama bapak-bapak itu serasa dapat anugrah yang luar biasa dari Tuhan. Eit… maksudanya bersama bapak-bapak itu kita dapat banyak sekali ilmu dan pengalaman beliau yang bisa kita gali dan ketahui, begitulah adanya kawan. Bapak-bapak adalah orang yang lebih dahulu dilahirkan daripada kita. Dengan jangkauan waktu hidup yang lebih lama, mereka telah melahap asam garamnya kehidupan dengan baik. Jadi wejangannya itu lo yang pedas seperti sambal tapi nikmatnya luar biasa. Dalam tanda kutip itu bisa berguna bagi kita sebagai batu loncatan untuk meraih hidup yang lebih baik.

Kawan tak kusangka perjalananku menuju tempat rumah seseorang melahirkan banyak sekali obrolan satu arah, bisa dibilang satu arah karena saya hanya berucap “Enggeh” saja disetiap perjalanan. Maklum anak desa yang didik oleh orang tuanya untuk manut tanpa diberi spasekreatif untuk mengelola sebuah kata yang bisa di imbal balikkan antara sesame lawan obrolan.

Bilang saja namanya Pak Kos, tinggal disebelah kos saya, dan ia selalu antusias jika disuruh berbicara soal wejangan kepada kaum muda seperti saya. Bilangnya sederhan “Sampean iki saya anggap anak saya” seperti itulah beliau sebelum mengawali perbincangan yang amat seru. Pak kos itu punya dua anak semuanya wanita yang paling besar sudah kelas 3 SMA jurusan IPS di SMA 1 Komplek Surabaya. Dan yang paling kecil mungkin masih duduk di bangku kelas 3 SD. Saya dengar sendiri dari pak kos bahwa anak-anaknya itu tidak pintar bersosial, tiap hari kalau habis pulang sekolah langsung di depan tv dan kalau tidak seperti itu main hp, juga tak lupa si keci. Bilangnya anak-anak sekarang termasuk putrinya itu cendrung menjadi pribadi apatis tidak mau atau berani serawung dengan tetangga tetangganya disekitar. “ya bagaimana tidak apatis, lawong anak-anak sekarang sukanya main hp dan nonton tv. Ndak seperti jaman saya dulu. Ya kalau bermain langsung dengan teman-teman saya”. Begitulah yang dikatakan pak kos sambil membonceng saya di perjalanan.

Tidak cukup hanya dengan curhatan pak kos mengenai anak-anak muda sekarang. Pak kos mulai menderamatisir cerita. Dari bercerita soal ayah ibunya dulu sampai pengalamannya ketika kuliah di UPN Malang. Bapaknya dulu merupakan orang yang punya sebagai seorang ahli dalam bidang akuntasi dan ibunya adalah seorang dokter gigi. Bapak dan ibu pak kos dulunya bukan asli Surabaya tetapi mereka dulunya bertempat tinggal di kota Semarang dan Solo. Riwayat dari perjalanan ibunya pak kos, sebagai seorang sarjana kedoktran ibunya hanya pernah prakek sekali di rumahnya. Dan menjadi dosen jam terbang. Katanya pak kos ibunya dulu mengajar di UNAIR Surabaya.

Tetapi terlahir sebagai anak dari kelangan terdidik dan punya belum tentu nasib seorang anak itu akan sama dengan orang tuanya. Terbukti pak kos sendiri yang kini bekerja tidak sesuai dengan bidangnya yang ia ambil di UPN Malang yaitu di jurusan teknik mesin. ‘’Saya itu kuliah di UPN Malang dulu masuk pada tahun 84 dan lulus pada tahun 93. Ya sekitar 9 tahun disana, pernah cuti 2 tahun dan kerja di toko plastik” Kata bapaknya. “saya sudah pernah jadi orang yang ndak baik-baik mas, juga pernah rajin dan juga pernah malas. Ketika cuti dulu orang tua saya tidak mengetahuinya”. Timba bapaknya. Intinya pengalaman bapaknya penuh jalan lika-liku yang penuh pengalaman. Kata pak kos “wes mangan asam garamnya hidup”

Saya di wanti-wanti oleh bapaknya. Kuliah disuruh cepat menyelesaikan dan cepat cepat cari kerja. Kerja apapun ambil untuk mengisi kekosongan waktu “Nanggur”. Jadi tukang sapu atau pel atau apapun ambil saja sambil mencari informasi pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Kalau sudah menemukan lamar dan kalau sudah diterima belajar terus dari situ. Update kemampuan diri jadikan diri ini menjadi incaran setiap perusahaan. Teliti dimana yang sekiranya perlu didalami dan pelajari. Orang yang mempunyai keahlian khusus akan dicari banyak orang dan di hargai lebih mahal.

Setelah banyak wejangan dari pak kos akhirnya saya sampai di tepian jalan dan pak kos bilang “mas minggir dulu ya, kita belie es tebu dulu”.

27 Januari 2016

Iklan

ISU

dana-teroris-di-indonesia-berasal-dari-australia-kum
http://international.sindonews.com

Setelah membaca diteruskan dengan menhitung kemudian dilanjutkan dengan menulis, begitulah aktifitas yang mala mini saya kerjakan, Alhamdulillah rasanya bias terbebas dari masalah ekanan batin yang sebelum-sebelumnya melanda, bergemuruh didalam jiwa. Gara-gara efek membaca buku The Awaken Gian. Jadi seperti ada tiupan energi yang masuk kdalam tubuh. Minimal ada proses berpikir soal tujuan hidup. Mengapa kita melakukan ini itu berdasarkan rasa suka dan rasa tidak senang. Membiasakan otot untuk mengambil keputuan itu sangat baik, karena kebanyakan orang tidak belajr banyak dari sebuah pengambilan keputusan.

Hidup memang harus ada tujuannya. Hidup harus dipenuhi dengan kepercayaan diri atau keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa. Berangkat dari situ hari-hari ini media masa sangat kebanjiran berita mengenai Teroris. Sejak kejadian pengeboman dan adu tembak antara polisi dengan teroris di Jakarta kemaren perbincangan terkait teroris amat sangat melonjak tinggi. Saya saja ketika mau mengelesi anak didik saya langsung dibrondongi oleh beberapa sapaan dari ibu yang anaknya saya lesi. “Mas, sudah nonton berita. Itu lo, kok masih ada-ada aj orang yang seperti itu, ngebom-ngebom. Mbok y awes aja pengeboman doberhentikan. Mbok y awes Indonesia dibuat yang aman-aman saja”. Ibunya kala itu merasa prihatin dengan adanya pemberitan tersebut.

Kemudian setelah pulan dari mengelsi, di kospun say juga diberendeli dengan pertanyaan semacam itu oleh mas-mas sebelah kos. “Mas sudah baca Koran. Ini lo teroris sedang mengebom di Jakarta”. Dengan raut wajah yang prihatin pula mas itu menyampaikan berita itu kepada saya.

Tak cukup di dunia nyata, didunia akar dari semua masalahpun sangat rame dengan berita pengeboman tersebut. Dai Facebook, di grup whatsahap dan line dan televise seharian full memberitahukn kejadian tersebut. Berita itu mengalir deras menginfokan terkait teroris. Yang menjadi pertanyaan adalah knapa aksi terror itu diadakan pada tanggal tersebut, kenapa kok tidak pas acara malam tahun baru atau moment yang pas untuk membunuh banyak orang. Entah apa maksud terror tersebut namun berita terror itu telah sukses mempengaruhi banyak hayalak umum. Yang pada akhirnya akan terjadi perdebatan yang pro dan kontra. Yang pro adalah golongan wahabi dan yang kontra adalah golongan NKRI harga mati. Isu yang dilemparkan oleh media masa kala itu adalah pengeboman dilakukan oleh isis. Lagi-lagi isis, yang sebelum-sebelumnya telah melakukan teror penyerangan secara masif di tanah arab.

Menanggapi terkait ini beberapa kawan dan media menyatakan bahwa teror ini bertujuan melkuan hegemoni ketakutan kepada khalayak umum. Untuk itu beberapa kawan berpesan, jangan terlalu tragis menghadapi pengeboman yang dilakukan oleh para teror ini, kalau bisa kita biarkan saja ndak usah ikut-ikutan update status seperti kawan-kawan yang lain. Nanti malah mengikut-ikuti membuat keruh suasana saja. Kita lempar isu yang lain aja yang intinya tidak membuat tragis pemberitaan ini. ada juga yang bilang. Ini moment yang tepat untuk melakukan penyerangan balik kepada kelomok-kelompok garis keras tersebut.

Selain isu terkait pengeboman yang dilakukan oleh para teroris tersebut, saya pada malam ini juga mnedapat kiriman isu terkait tangan robot buatan karya anak bangsa, tepatnya oang bali yang menciptakan karya ini. ya disini ternyata juga terjadi pro dan kontra, ada orang yang bilang itu palsu. Film itu palsu masak orang yang tidak sekolah tersbut bias menciptakan alat semacam itu yang bahkan para pelajar mahasiswa dan dosen pun belum tentu bisa. Dan juga ada yang bilang hormatilah apa yang dibuat oleh anak bangsa kabarnya memang alat itu tidak sedemikian rumitnya dari isu yang dilemparkan, ada beberapa penjelasan mengenai ini, tetapi kita harus tetap menghormati karya-karya bangsa.

Begitulah adanya isu yang saya tangkap beberapa kali ini. entah itu menjadi bahasan yang penting atau tidak saya juga tidak tahu. Menurut saya isu yang perlu dipertajam adalah isu yang berkaitan dengan tujuan dari setiap individu atau manusia. Tujuan hidup harus didefinisikan terlebih dahulu baru alur-alur percabangan untuk meujudkan tujuan tersebut kita susun. Termasuk disini adalah mempertajam bahan pembelajaran. Memilah dan memilih mana isu yang patut kita pelajari dan tanggapi dan mana isu yang tidak perlu kita gubris karena hanya akan membuang waktu saja.

DELAPAN BELAS JANUARI

Happy b’day to you
Happy b’day to you
Happy b’day to you
Happyyyy b’day to yooooooouuuuuu….

Kini usiamu bertambah satu tahun
Bertambah kedewasaan, bertambah pula aku memandang parasmu
Di usiamu yang kini sudah matang
Duapuluh satu

Banyak harapan dan cita tentunya
Dalam keceriaanmu menyapa hari demi hari
Aku selalu berharap dan mendukung
Semua yang engkau inginkan tuk menjadi wanita baik
Membanggakan orang tua diseberang sana

Tak banyak kata yang bisa kurangkai
Dan tak seindah kadoku yang mungkin engkau harapkan
hanyalah berlembar-lembar kata dan bait
Serta secuil harapan
Agar engkau dapat mengulang bait-bait indah
Yang tercipta dari jemarimu yang mungil itu

Jauh dari lubuk hatiku
Aku ingin mengenalmu
Lebih dalam lagi
Tentunya setelah hatimu terbuka lebar untuk aku masuki

27 Januari 2016