SITUASI POLITIK LUAR DAN DALAM NEGERI

image

Semua berawal dari siapa yang menguasai perekonomian di dunia. Berangkat dari pasar, berangkat dari siapa yang lebih besar menguasai kekayaan dunia, berawal dari siapa yang terlihat lebih makmur secara ekonomi dan siapa yang terlihat lebih sengsara tertindas oleh himpitan ekonomi. Antara tuan dengan buruhnya. Antara negara yang kapitalis dengan negara yang komunis. Mereka semua sama saja, intinya ekonomi yang satu mempunyai asas “Hartaku yang aku cari tak peduli seberapa banyaknya itu adalah Hartaku” dengan “Harta yang terlalu banyak harus di bagi secara merata, tidak ada hak kepemilikan pribadi. Yang ada kepemilikan secara bersama”.

Sangat menarik apa yang di ceritakan oleh Tan Malaka di dalam bukunya yang berjudul “Situasi Politik Luar dan Dalam Negeri” yang di lihat dari masa ia masih hidup. Kondisi beberapa negara di gambarkan secara sederhana dan mudah di pahami oleh masyarakat umum. Kondisi perpolitikan dunia saat itu ia gambarkan seperti permainan sepak bola, ada peraturannya. Ada cara mainnya. Semisal ketika suatu negara ingin melakukan perang dengan negara lain, ia harus melakukan peringatan terlebih dahulu dan memberikan tanggal kapan memulai peperangannya. Ibarat suatu permainan sepak bola ada yang mematuhi peraturan bersama. Tetapi ada pula yang tidak mematuhinya seperti misalnya ketika babak pertama sang wasit Belum meniup peluit ada salah satu pihak langsung nyelonong menggiring bola dan memasukkan ke gawang musuh. Negara yang bermain seperti itu adalah Jepang. Tanpa memberi peringatan terlebih dahulu ia langsung mengebom pangkalan udara Inggris

Banyak kondisi beberapa negara di jelaskan secara sederhana untuk membaca situasi perpolitikan di dunia saat itu. Dari sisi kebutuhan suatu negara semisal Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya maka Belanda dan Inggris menjajah negara ini supaya bisa mengeruk keuntungan sebesar-besarnya yang akan di bawa ke negaranya yang miskin akan sumberdaya alam. Mereka tidak akan pernah melepaskan negara ini dengan mudah. Karena jika dilepaskan begitu saja maka akan terjadi kerugian ekonomi secara besar di negaranya. Kemudian ada Jepang yang di gambarkan negara yang tidak punya apa-apa. Hanya keyakinan bahwa rakyat Jepang merupakan keturunan dewa yang akan menguasai dunia. Maka dengan modal kepercayaan itu ia berani mengikuti kompetisi perang dunia ke 2 guna memperoleh negara jajahan yang akan di gali kekayaannya untuk memperkaya dirinya saja.

Penjajahan selama 360 tahun oleh pihak asing membuat rakyat Indonesia tidak bisa berfikir untuk mengelola kekayaannya sendiri. Mungkin sampai saat ini kita bisa merasakannya bahwa kondisi Negera tak jauh berbeda dengan masa sebelum Indonesia merdeka. Banyak tambang dan tempat-tempat strategis di kuasai pihak asing dengan sarat perjanjiannya yang nyatanya kita tidak bisa mengusir mereka terkendala karena tidak ada yang ahli atau perjanjian yang mbulet.

Dengan membaca buku ini Anda akan diberi kesan keinginan tahuan “bagai mana dengan kondisi perpolitikan dunia saat ini?” Apa kondisi itu mempengaruhi pendidikan kita, mempengaruhi pembentukan mainsite kita, mempengaruhi kekapitalisan dan keindividualisan kita. Jika kita sedikit membebaskan pemikiran kita. Kita mungkin akan berkesimpulan bahwa kondisi negara saat ini tak jauh berbeda dengan kondisi pemerintahan hindia Belanda (Indonesia sebelum merdeka) cuman dulu memakai kekerasan untuk mengeruk kekayaan Negeri ini. Tetapi sekarang tidak. Sekarang lebih memakai cara yang lebih halus yaitu mempengaruhi pemikiran kita lewat tontonan dan banyak produk yang mereka luncurkan untuk kita gunakan. Al hasil dalam dunia perdagangan kita hanya menjadi konsumen tanpa mampu berpikir menjadi produsen. Bagaimana mungkin mau berpikir produsen kalau negaranya tak mampu mengusir negara asing yang kini sedang mengeruk kekayaan negara juga tak mampu membatalkan kontrak barang masuk dari luar negeri untuk di jual Indonesia dan menggantinya dengan prodak dalam negeri. Kalau tidak ada prodaknya kita bisa buat sendiri (misal handphon dan motor/mobil) banyak insinyur di negegara ini yang bisa di kumpulkan untuk membuat prabik besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri.

Buku ini tidak tebal. Hanya 45 halaman yang bisa di baca sekaligus selesai. Saya membacanya dengan versi e-book pdf

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s