BIMBANG

kini rindu tinggal rindu
Harapan tinggal abu
Pesakitan akan melanda hati
kosong belaka diatas duka
melanda dikau hatiku

Tak kusangka kemisteriusanmu
Tiba-tiba berubah menjadi bumerang
Menancap ke ulu hati dan berkata
sudahlah jangan diteruskan lagi

Mengapa ketika hati sudah berketetapan
Engkau malah membung muka
Disaat harapan sudah dipuncak
Meninggalkan senyuman yang berbungah

Entah apa yang terjadi
Harapan akan menjadi lara
Menemani setiap lika liku jalan
Yang mulai kabur oleh terpaan badai
Yang tak kunjung berhenti

Adakah harapan bagiku
Ataukah sudah tertutup oleh yang lain
Yang lebih pandai mengelola hatimu
Menjadi sejuk, nyaman, dan tentram.

Aku masih berharap
Sampai malam ini aku masih berharap
Sampai nanti aku kalah mati dan padam
Aku masih berharap

Wahai wanita pujaan hati
Engkau adalah ketetapan hati
Yang aku jaga dan terus ku jaga
Sebagai komitmenku, insan yang memegang teguh
Keteguhan ketetapan hati

Puisi ini aku persembahkan
Sebagai keresahan hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s