MENABUR KEBAIKAN

wpid-dsc00033-copy-1

kau itu adalah khalifah tanpa kedudukan dan ke ada an, cari siapa dirimu? jika kau mahasiswa, pikirkan bagaimana menjadi mahasiswa yang baik yang sesuai dengan tugasmu “khalifah”

Perjalanan menuju kampung halaman sore tadi mengingatkanku tentang kebaikan yang terbayang dalam perjalanan. Entah mengapa disetiap perjalanan dengan ditemani angin segar yang betaburan dan bersemilir menerpa tubuh, pikiran saya bisa menjadi tenang dan terbang bebas melepas beban dipundak, mungkin karena itulah mengapa setiap diperjalanan amat saya senangi, seperti halnya saya pernah menulis sebuah untaian kata “life is proces, not point”, hidup merupakan sebuah perjalanan, bukan point hasil yang di tuju, melainkan proses itu, seperti halnya perjalanan menuju kampung halamanku ini, bukan tujuan kampung halaman yang mengasyikkan, tetapi proses perjalanan menujunya yang lebih berasa nikmat.

Kalau ada yang mengatakan menang adalah hal paling utama yang menjadi tujuan dari segala galanya, maka kita harus menanyakan lagi, setelah proses menang berlalu apakah kita masih tetap ada kebanggaan? Berapa lama proses kemenangan itu bisa kita nikmati? Dan apakah kita akan hidup dalam kemenang terus menerus?

Hidup adalah proses yang harus dijalani dengan penuh syukur, melakukan amal perbuatan yang baik  sesuai dengan kodrat kita dilahirkan, maka menabur kebaikan haruslah menjadi titik point utama sebagai dasar kita menentukan arah hidup, jika kita merupakan mahasiswa maka ada yang perlu ditanyakan kembali, apa yang dapat diperbuat mahasiswa untuk kebaikan bersama dalam lingkup dunia mahasiswa, jika menjadi presiden maka kita harus tahu apa itu presiden, dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk merubah kadaan yang lebih baik dalam lingkup Negara.

Ilmu optimalisasi akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu yang dimiliki oleh publik, maka saya rasa kita perlu belajar bagaimana cara untuk mengoptimalkan perbuatan baik kita, fiqih lama mengatakan bahwa memberi sepotong roti merupakan shodaqoh yang bernialai amal ibadah dan merupakan sebuah kebaikan, kita harus belajar lebih dari itu, memberi roti memang baik apalagi disertai keikhlasan mendalam diniatkan hanya untuk mencari keridhoan Allah swt. Namun akan lebih baik  apabila ditingkatkan lagi, kita memberi tidak hanya sekedar roti, akantetapi lebih dari itu dengan cara bekeja lebih keras lagi. Bekerja lebih keras disertai ilmu optimalisasi akan mendapatkan nilai lebih banyak daripada hanya sekedar bekerja keras saja.

Menurut saya berbuat baik merupakan amal yang akan mendatangkan rizki banyak bagi kita sendiri, berbuat baik saya kira itu lebih daripada nilai uang. Uang dapat membeli makanan dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya, tetapi apakah uang dapat membeli nilai persahabatan, kerukunan, serta cinta yang tulus.

Anak-anak perlu diajari untuk menabur kebaikan lebih banyak sejak dini, sebenarnya dari kebaikanlah kita bisa makan, kita bisa mendapat banyak teman, kita dipercaya, hidup kita menjadi bahagia. Anak-anak jangan diajari terlebih dahulu untuk mengenal uang yang bisa digunakan untuk membelika apapun, karena dapat disalah gunakan untuk membeli barang-barang tidak bermanfaat, game, serta yang lain yang tidak dibutuhkan. Uang itu perlu dan dibutuhkan untuk menambah amal kebaikan, bukan untuk pemuas nafsu kita.

Untuk berbuat baik kita harus bercemin kepada teman kita, jika mereka tidak suka kepada kita maka dari situ kita perlu belajar dan berinstropeksi diri apakah saya benar baik. Jika dalam hati ini msih ada penyakitnya seperti misalnya membeci, sombong, hasut dengki. Maka hal itu perlu dihilangkan. Karena itu akan menghambat kita untuk bersungguh sungguh berbuat baik kepada sesama.

Berbuat baik kepada sesama berarti berusaha agar kita bisa disenangi oleh banyak orang. Akhlak baik kita yang membawa  kepada hal yang baik. Agama manapun akan mendukung  perbuatan yang baik serta bermanfaat bagi sesama.

Mengingat kita merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang berbeda dengan ciptaan lainnya, mahluk yang mempunyai akal dan hati yang bisa digunakan untuk berfikir, menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Maka tidak salah apabila manusia merupaka kholifah fil ardhi, sebagai pemimpin dibumi yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak nanti diyaumul akhir.

Jangan takut berbuat baik, jangan pula merasa miskin untuk berbuat baik, Allah menyertai orang orang yang bertingkah laku baik, Allah telah menciptakkan sunnahnya di dunia bahwa perbuatan baik yang dilakukan secara istiqomah akan kembali lebih banyak lagi kepada kita.

Semisal si A adalah orang yang suka berbuat baik, suka mebantu teman-temannya yang sedang tertimpa kesusahan, jika ia memiliki rizki yang lebih ia tak segan segan untuk berbagi kepada temannya, amat senang bersilaturrahim kepada semua orang, mempunyai semangat belajar hal-hal yang baru untuk menambah skillnya dalam hal berbuat baik, maka kita bisa membayangkan si A tersebut akan mendapatkan balasan yang baik pula dari teman-temannya. Ia tak perlu mencari uang, uang yang akan mencarinya. uang bisa diinfestasikan dan diperbanyak tanpa kita bekerja. Yang akan membuat kita tidak memfungsikan tubuh kita pada fungsi yang sebenarnya, itu membuat tubuh, akal dan hati kita tidak berlaku sehat. Mungkin dengan uang yang banyak kita bias melakukan apapun, bahkan untuk hidup sehatpun akan sangat mudah. tetapi dengan sistem riba tersebut sebenarnya kita telah membuat orang lain menjadi menderita. Dan ketika banyak orang yang menderita karena susahnya mencari makanan, maka suatu saat akan terjadi kerusuhan akibat sistem yang tak seimbang, yang kaya semakin kaya yang miskin juga semakin miskin.

Memang seharusnya kebaikan dikenalkan sejak dini sebagai modal utama untuk hidup didunia, menyebarkan perbuatan baik kepada generasi berikutnya menjadi kewajiban setiap individu agar tatanan yang seimbang dan baik ini bisa berlanjut terus kegenerasi berikutnya. Tanpa nilai kebaikan maka sistem apapun yang dibuat manusia tak kan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang kini sedang terjadi dibelahan dunia.

Taburlah kebaikan disetiap langkahmu, belajarlah lebih dan gunakan untuk menabur kebaikan, insyaallah hidupmu akan bahagia, semua ciptaan Tuhan pasti ada fungsi dan manfaatnya, jika itu tak di jalankan dengan benar maka tunggulah suatu saat pasti terjadi keruskan. Maka fungsikanlah dengan baik apa yang diamanahkan Tuhan dan jangan takut untuk berbuat baik.***

Imam Syafi’i Mustofa,Pati, 11 juli 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s